Selasa, 10 Oktober 2023

Memperkuat Peran Modal Sosial Budaya Dalam Menghadapi Risiko Bencana Angin Puting Beliung

  بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hello viewers!!

Selamat datang di jarijemarirani.blogspot.com. Pada kesempatan kali ini, author ingin memberikan analisis tentang mengidentifikasi fenomena yang terjadi di Indonesia terkait dengan modal sosial budaya dan analisis risikonya. Blog ini dibuat untuk memenuhi tugas Ujian Tengah Semester pada mata kuliah Masyarakat Resiko. Semoga blog ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca ya! Hope it like it, enjoy!!✨ 

Sumber dari: sonora.id

Angin puting beliung adalah fenomena alam yang berupa pusaran angin kencang berbentuk silinder dan berputar ke arah vertikal yang dapat menyebabkan kerusakan dan risiko bagi masyarakat. Ternyata fenomena angin puting beliung dapat terjadi di berbagai wilayah dunia termasuk di Indonesia. Angin puting beliung dapat terjadi beberapa faktor antara lain seperti kondisi atmosfer yang tdiak stabil, kondisi cuaca buruk misalnya badai disertai hujan deras, pergerakan udara yang cepat, dan munculnya kekuatan udara yang tidak rata. Angin puting beliung dapat terjadi dalam waktu singkat, hanya beberapa menit. Namun, dalam waktu yang singkat itu, angin puting beliung dapat menimbulkan kerusakan yang besar. Angin puting beliung dapat menyebabkan berbagai risiko bagi masyarakat diantaranya seperti kematian dan luka-luka, kerusakan properti, serta banyak kerugian di bidang ekonomi.
Fenomena angin puting beliung memiliki beberapa modal sosial budaya yang dapat diidentifikasi antara lain modal sosial yang berdimensi nilai dan norma, hal ini mencakup nilai-nilai dan norma-norma yang dianut oleh masyarakat dalam menghadapi dan mengatasi bencana angin puting beliung. Kemudian terdapat komitmen masyarakat dalam meningkatkan literasi tentang bencana angin beliung melalui edukasi dan diskusi. Terdapat pula kepercayaan masyarakat terhadap informasi dan pengetahuan yang disampaikan dalam kegiatan seperti edukasi tentang angin puting beliung. Selanjutnya terhadap jejaring atau hubungan antar individu dalam komunitas nelayan yang dapat menjadi modal sosial guna menghadapi perubahan iklim.
Analisis risiko angin puting beliung terkait dengan modal sosial budaya yang dapat membantu dalam pengurangan dampaknya. Dengan memahami peran dan modal sosial dalam menghadapi fenomena angin puting beliung, masyarakat dapat berkerja sama dalam upaya mitigasi dan pemulihan pasca-bencana. Fenomena tersebut menyebabkan kerusakan di berbagai bidang seperti kerusakan fisik yang signifikan pada bangunan, infrastruktur, dan tanaman, risiko ini dapat diatasi dengan membangun struktur yang tahan terhadap angin kencang, seperti menggunakan bahan bangunan yang kuat dan merawat tanaman dengan baik. Kerusakan lainnya pada gangguan jaringan listrik yang dapat mengakibatkan pemadaman listrik dalam jangka waktu yang lama, risiko ini dapat dikurangi dengan mempersiapkan persediaan makanan dan barang yang diperlukan seperti lilin, lampu, senter, dan lainnya. Kerusakan berikutnya pada lingkungan yang dapat menyebabkan pohon-pohon tumbang, dan banjir akibat tersumbatnya saluran air, risiko ini dapat diminimalisir dengan melakukan pemeliharaan yang baik terhadap lingkungan sekitar, seperti memangkas pohon yang rentan tumbang dan membersihkan saluran air secara teratur. Terdapat pula kerusakan pada bidang kesehatan yang dapat menyebabkan cedera fisik pada manusia, seperti terkena benda-benda yang terlempar, risiko ini dapat dikurangi dengan tetap berada di dalam rumah saat angin puting beliung menerjang, kecuali bila dianjurkan untuk mengungsi, selain itu perlu juga mempersiapkan perlengkapan kesehatan yang diperlukan seperti obat-obatan dan peralatan pertolongan pertama. Kerusakan yang terakhir ada pada bidang ekonomi yang menyebabkan banyak kerugian terutama pada sektor pertanian dan industri, risiko ini dapat dikurangi dengan mengadopsi praktik pertanian yang tahan terhadap angin kencang, seperti menggunakan sistem penanaman yang terstruktur dan memilih varietas tanaman yang tahan terhadap angin, selain itu perlu juga melakukan perencanaan yang baik dalam pengembangan industri dengan mempertimbangkan faktor risiko bencana seperti angin puting beliung.

 

Referensi:

Amin Nur Syafitri, R. M. (2021). Analisis Tingkat Bahaya Bencana Angin Puting Beliung Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Sidenreng Rappang. Jurnal Environmental Science.

Kesehatan, K. (2017, January). Langkah-langkah Mengurangi Resiko Akibat Angin Puting Beliung. Retrieved from pusatkrisis.kemkes.go.id.

Purbalingga, B. K. (n.d.). Informasi Panduan Mengurangi Risiko Bnecana Angin Puting Beliung. Retrieved from bpdp.purbalinggakab.go.id.

Wibowo, A. Y. (2017). Pemetaan Tingkat Risiko Bencana Angin Puting Beliung di Kota Semarang Tahun 2017.


Cukup sampai di sini yang bisa author sampaikan tentang mengidentifikasi fenomena yang terjadi di Indonesia terkait dengan modal sosial budaya dan analisis risikonya. Sangat menyadari bahwa blog ini pasti masih terdapat kekurangan dalam penyampaian, dan masih jauh dari kata sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT, takbir!! Mohon dimaafkan dan terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

   بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Assalamu'alaikum Wr. Wb. Hello viewers!! Selamat datang di jarijemarirani.blog...