بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Hello viewers!!
Selamat datang di jarijemarirani.blogspot.com. Pada kesempatan kali ini, author ingin memberikan analisis tentang mengidentifikasi fenomena yang terjadi di Indonesia terkait dengan modal sosial budaya dan analisis risikonya. Blog ini dibuat untuk memenuhi tugas Ujian Tengah Semester pada mata kuliah Masyarakat Resiko. Semoga blog ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca ya! Hope it like it, enjoy!!✨
 |
| Sumber dari: sonora.id |
Angin
puting beliung adalah fenomena alam yang berupa pusaran angin kencang berbentuk
silinder dan berputar ke arah vertikal yang dapat menyebabkan kerusakan dan
risiko bagi masyarakat. Ternyata fenomena angin puting beliung dapat terjadi di
berbagai wilayah dunia termasuk di Indonesia. Angin puting beliung dapat
terjadi beberapa faktor antara lain seperti kondisi atmosfer yang tdiak stabil,
kondisi cuaca buruk misalnya badai disertai hujan deras, pergerakan udara yang
cepat, dan munculnya kekuatan udara yang tidak rata. Angin puting beliung dapat
terjadi dalam waktu singkat, hanya beberapa menit. Namun, dalam waktu yang
singkat itu, angin puting beliung dapat menimbulkan kerusakan yang besar. Angin
puting beliung dapat menyebabkan berbagai risiko bagi masyarakat diantaranya
seperti kematian dan luka-luka, kerusakan properti, serta banyak kerugian di
bidang ekonomi.
Fenomena
angin puting beliung memiliki beberapa modal sosial budaya yang dapat
diidentifikasi antara lain modal sosial yang berdimensi nilai dan norma, hal
ini mencakup nilai-nilai dan norma-norma yang dianut oleh masyarakat dalam
menghadapi dan mengatasi bencana angin puting beliung. Kemudian terdapat
komitmen masyarakat dalam meningkatkan literasi tentang bencana angin beliung
melalui edukasi dan diskusi. Terdapat pula kepercayaan masyarakat terhadap
informasi dan pengetahuan yang disampaikan dalam kegiatan seperti edukasi
tentang angin puting beliung. Selanjutnya terhadap jejaring atau hubungan antar
individu dalam komunitas nelayan yang dapat menjadi modal sosial guna
menghadapi perubahan iklim.
Analisis
risiko angin puting beliung terkait dengan modal sosial budaya yang dapat
membantu dalam pengurangan dampaknya. Dengan memahami peran dan modal sosial
dalam menghadapi fenomena angin puting beliung, masyarakat dapat berkerja sama
dalam upaya mitigasi dan pemulihan pasca-bencana. Fenomena tersebut menyebabkan
kerusakan di berbagai bidang seperti kerusakan fisik yang signifikan pada
bangunan, infrastruktur, dan tanaman, risiko ini dapat diatasi dengan membangun
struktur yang tahan terhadap angin kencang, seperti menggunakan bahan bangunan
yang kuat dan merawat tanaman dengan baik. Kerusakan lainnya pada gangguan jaringan
listrik yang dapat mengakibatkan pemadaman listrik dalam jangka waktu yang
lama, risiko ini dapat dikurangi dengan mempersiapkan persediaan makanan dan barang
yang diperlukan seperti lilin, lampu, senter, dan lainnya. Kerusakan berikutnya
pada lingkungan yang dapat menyebabkan pohon-pohon tumbang, dan banjir akibat
tersumbatnya saluran air, risiko ini dapat diminimalisir dengan melakukan pemeliharaan
yang baik terhadap lingkungan sekitar, seperti memangkas pohon yang rentan
tumbang dan membersihkan saluran air secara teratur. Terdapat pula kerusakan
pada bidang kesehatan yang dapat menyebabkan cedera fisik pada manusia, seperti
terkena benda-benda yang terlempar, risiko ini dapat dikurangi dengan tetap
berada di dalam rumah saat angin puting beliung menerjang, kecuali bila
dianjurkan untuk mengungsi, selain itu perlu juga mempersiapkan perlengkapan
kesehatan yang diperlukan seperti obat-obatan dan peralatan pertolongan
pertama. Kerusakan yang terakhir ada pada bidang ekonomi yang menyebabkan
banyak kerugian terutama pada sektor pertanian dan industri, risiko ini dapat
dikurangi dengan mengadopsi praktik pertanian yang tahan terhadap angin
kencang, seperti menggunakan sistem penanaman yang terstruktur dan memilih
varietas tanaman yang tahan terhadap angin, selain itu perlu juga melakukan
perencanaan yang baik dalam pengembangan industri dengan mempertimbangkan
faktor risiko bencana seperti angin puting beliung.
Referensi:
Amin Nur Syafitri, R. M. (2021). Analisis Tingkat
Bahaya Bencana Angin Puting Beliung Berbasis Sistem Informasi Geografis di
Kabupaten Sidenreng Rappang. Jurnal Environmental Science.
Kesehatan, K. (2017, January). Langkah-langkah Mengurangi
Resiko Akibat Angin Puting Beliung. Retrieved from
pusatkrisis.kemkes.go.id.
Purbalingga, B. K. (n.d.). Informasi Panduan Mengurangi
Risiko Bnecana Angin Puting Beliung. Retrieved from
bpdp.purbalinggakab.go.id.
Wibowo, A. Y. (2017). Pemetaan Tingkat Risiko Bencana Angin
Puting Beliung di Kota Semarang Tahun 2017.
Cukup sampai di sini yang bisa author sampaikan tentang mengidentifikasi fenomena yang terjadi di Indonesia terkait dengan modal sosial budaya dan analisis risikonya. Sangat menyadari bahwa blog ini pasti masih terdapat kekurangan dalam penyampaian, dan masih jauh dari kata sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT, takbir!! Mohon dimaafkan dan terima kasih.✨
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar