بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Hello viewers!!
Selamat datang di jarijemarirani.blogspot.com. Pada kesempatan kali ini, author mau memberikan analisis isu atau permasalahan terkait dengan kurikulum pendidikan yang ada di Indonesia, permasalahan yang diangkat adalah mengenai minimnya minat membaca bagi para pelajar terhadap kurikulum pendidikan. Blog ini dibuat untuk memenuhi tugas Ujian Tengah Semester pada mata kuliah Kurikulum Pembelajaran Sosiologi. Semoga blog ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca ya! Hope it like it, enjoy!!✨
 |
| Sumber dari: vectorstock.com |
Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat, maka akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dalam usaha pencapaian tujuan pendidikan, peran kurikulum dalam pendidikan formal di sekolah sangatlah strategis. Bahkan kurikulum memiliki kedudukan dan posisi yang sangat sentral dalam keseluruhan proses pendidikan, serta kurikulum juga merupakan syarat mutlak dan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan itu sendiri, karena peran kurikulum menjadi tanggung jawab semua pihak yang terkait dalam proses pendidikan.
Pembelajaran di Indonesia hingga saat ini masih dianggap belum maksimal. Pembelajaran di sekolah memberikan dampak pada pendidikan di Indonesia. Begitu banyak masalah-masalah kurikulum dan pembelajaran yang dialami Indonesia, salah satu permasalahan yang terjadi adalah minimnya bahan belajar mengajar yang mempengaruhhi berkurangnya minat membaca pada pelajar. Minat baca pada pelajar di Indonesia diketahui masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara lain. Pasalnya, minat membaca anak didik di Indonesia masih sangat rendah tercermin dari hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 yang dirilis oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development). Meskipun ada beberapa sekolah yang memiliki berbagai sarana penunjang belajar seperti perpustakaan, namun efek yang ditimbulkannya yang begitu besar dalam menumbuhkan minat belajar siswa. Faktor yang mendorong rendahnya minat baca pada pelajar diantaranya karena para pelajar belum menemukan buku bacaan yang menarik bagi mereka, kecanduan media sosial, game online dan platform online lainnya, sarana penunjang untuk baca buku yang kurang memadai, lingkungan yang tidak menanamkan budaya membaca buku sejak dini, dan sebagainya. Dampak dari rendahnya minat baca pada pelajar tentunya menyebabkan para pelajar memiliki karakter yang pemalas dan memiliki pengetahuan yang terbatas sehingga nantinya para pelajar menjadi sulit dalam mengembangkan potensi diri karena terhambatnya wawasan yang luas.
Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari hasil belajar
siswa dengan memperoleh nilai yang memuaskan, namun keberhasilan pendidikan
diukur dari tingkat literasi siswa. Karena apabila siswa tersebut tidak
memiliki budaya membaca, maka ia tidak akan memperoleh pengetahuan baru. Aktivitas
membaca yang berujung gemar membaca, ialah fasilitas untuk menggapai tujuan
tersebut. Hingga selayaknya tiap fase aktvitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
di dominasi oleh aktivitas membaca. Membaca, sebagai salah satu kegiatan dalam
aktivitas literasi, ialah kunci untuk kemajuan pembelajaran sebagai jendela
untuk masuknya bermacam-macam ilmu pengetahuan. Banyak keuntungan yang
didapatkan dari aktivitas membaca. Diantara lain meningkatkan keahlian membaca
serta menulis, pemahaman bacaan serta tata bahasa, menambah kosa kata, perilaku
membaca positif, rasa keyakinan diri yang tinggi, serta gemar membaca sepanjang
hayat. Dengan adanya fasilitas yang menarik tersedia di sekolah diharapkan
dapat mampu mewujudkan ketertarikan membaca pada siswa sehingga kualitas di
masyarakat juga lebih meningkat. Jadi, kegiatan literasi harus ditanamkan sejak
usia dini atau saat anak sedang menempuh pendidikan disertai dengan fasilitas
yang memadai. Sehingga kebiasan-kebiasan tersebut nantinya dapat menjadikan
mereka gemar membaca yang akan berdampak pada peningkatkan kualitas bangsa.
Di masa pandemi covid-19 ini pembelajaran yang semula dilaksanakan
secara tatap muka, namun kini telah beralih menjadi daring. Walaupun kegiatan
belajar dilaksanakan dari rumah, siswa harus terus didorong untuk terus
memiliki minat yang tinggi untuk kebiasaan membaca. Kegiatan pembiasaan membaca
buku ini harus terus ditumbuhkan guna minat membaca tidak putus karena adanya
pandemi Covid-19. Melalui kegiatan membaca juga dapat menjadi penunjang dalam
kegiatan proses belajar dari rumah. Menurut pendapat Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan (2017) apabila kaitannya dengan literasi digital, maka peserta didik
dapat memperoleh informasi lebih luas dan mendalam. Sehingga pengetahuan dan
menyelesaikan tugas siswa dalam menemukan informasi dari digital lebih
meningkat.
Seiring dengan terdapatnya bermacam perangkat teknologi informasi
yang terhubung dengan jaringan internet yang kaya akan informasi, maka kita
harus bisa mengoptimalkan kemajuan TIK sebagai media penunjang pembelajaran.
Sebagaimana yang terjadi saat ini, bahwa rata-rata penduduk Indonesia
menggunakan internet serta alat teknologi seperti smartphone dalam kehidupan
sehari-harinya, baik dari kalangan siswa hingga mahasiswa. Terlebih saat ini
dengan adanya pandemi Covid-19 bahwa kegiatan proses pembelajaran dilaksanakan
secara daring, tentu banyak sekali kesulitan yang dialami dalam proses
pembelajaran, karena pembelajaran dengan model jarak jauh yang harus berbasis
teknologi. Dari yang semula kurang mahir menggunakan teknologi, kini harus
memaksakan diri belajar penggunaan teknologi, dari yang awalnya membaca buku secara
fisik kini harus melalui smarthphone, laptop, bentuk teknologi digital lainnya.
Maka apabila berkaitan dengan perwujudan
pemanfaatan layanan literasi digital untuk memperoleh bahan bacaan dalam proses
pembelajaran diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap siswa, karena
dengan adanya literasi digital ini dapat mempermudah dalam memperoleh berbagai
sumber belajar siswa dapat mengakses melalui website, e-book, e-journal, maupun
digital library lainnya. Rata rata siswa dan orang tua mengetahui layanan
literasi digital, beberapa siswa terkadang mengalami kendala kurang fokus saat
proses membaca, mayoritas siswa merasa lebih senang membaca melalui layanan
literasi digital karena banyak informasi yang dibutuhkan dan bisa di peroleh
dengan mudah. Layanan literasi digital tersebut dianggap cukup efektif untuk
meningkatkan minat baca siswa di masa pandemi Covid-19 dengan mengkombinasikan dengan inovasi metode pembelajaran yang menarik lainnya.
Dapat disimpulkan bahwa layanan literasi digital dianggap cukup efektif untuk meningkatkan minat baca pelajar di masa pandemi Covid-19. Hal itu bisa dilihat dari mayoritas pelajar yang lebih senang membaca melalui layanan literasi digital karena banyak informasi yang bisa diperoleh dengan mudah. Namun dalam penggunaan layanan literasi digital ini juga perlu adanya kerjasama antar orang tua, dan siswa agar aktivitas membaca dapat lebih terarah dengan baik dan benar. Seluruh masyarakat diharapkan agar lebih sadar akan pentingnya literasi, sebab hal itu merupakan salah satu kunci keberhasilan di dalam kurikulum pendidikan, dan bagi pelajar diharapkan dapat terus memanfaatkan layanan literasi digital dengan sebaik mungkin dalam memperoleh informasi untuk menunjang proses pembelajaran.
Referensi :
Dafani, S. K. (2021, Desember 10). Isu-isu dalam Dunia Pendidikan di
Indonesia. Retrieved from Ampenan News:
https://www.ampenannews.com/2021/12/isu-isu-dalam-dunia-pendidikan-di-indonesia.html
Hadyan, R. (2019, Desember 06). Kurikulum Akan Diubah: Isu
Pendidikan di Indonesia Tidak Hanya Soal Waktu Belajar. Retrieved from
Bisnis.com: https://m.bisnis.com/amp/read/20191206/12/1178584/kurikulum-akan-diubah-isu-pendidikan-di-indonesia-tidak-hanya-soal-waktu-belajar
Malafu, L. E. (2013, Mei 05). Permasalahan Kurikulum
Indonesia. Retrieved from Blogger.com: http://sarusmalafu25.blogspot.com/2013/05/maslah-masalah-yang-berkaitan-dengan.html?m=1
Wulandari, D. R. (2021). Efektivitas Layanan Literasi Digital
Untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa di Masa Pandemi Covis-19. Jurnal
Inspirasi Manajemen Pendidikan, 9, 327.
Cukup sampai di sini yang bisa author sampaikan mengenai isu atau permasalahan terkait dengan kurikulum pendidikan yang ada di Indonesia. Sangat menyadari bahwa blog ini pasti masih terdapat kekurangan dalam penyampaian, dan masih jauh dari kata sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT, takbir!! Mohon dimaafkan dan terima kasih.✨
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.